atasehirbelediyesisporkulubu.com – Siapa bilang perpustakaan desa itu cuma tempat berdebu yang isinya buku-buku tebal bikin ngantuk? Duh, pemikiran kaya gitu tuh udah kuno banget alias basi abis! Sekarang Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel) lagi gencar-gencarnya bikin aksi super heboh yang dijamin bikin terperangah. Lewat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Babel, mereka mendampingi pemerintah desa demi menyulap perpus desa jadi makin hitz, kece, dan membawa berkah melimpah buat warga sekitar.
Read More : Bangka Belitung Termasuk Provinsi
Nggak tanggung-tanggung, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Babel, Pak Harpin, pas hari Jumat kemarin resmi ngumumin kalo mereka udah menjalin kesepakatan manis sama 38 desa di Kabupaten Bangka Barat. Mereka semua sepakat buat bareng-bareng ngegas Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Jadi, perpus tuh nggak cuma pajangan formalitas belaka, tapi beneran hadir buat ngerubah nasib dan ningkatin kesejahteraan masyarakat desa setempat!
Gebrakan TPBIS Dan Rahasia Perpus Desa Zaman Now Bikin Warga Auto Ketagihan Nongkrong
Bukan cuma TTD kertas kerja sama doang biar keliatan keren, pertemuan bareng 38 perwakilan desa di Bangka Barat itu juga diisi sama acara pelatihan yang super bermanfaat. Para pengelola diajarin seluk-beluk materi Sistem Informasi Manajemen (SIM) TPBIS biar makin jago ngelola data dan kegiatan. Ini tuh bukti nyata kalo pemerintah beneran serius pengen ngerubah imej perpus yang tadinya kaku banget jadi tempat yang bikin betah seharian.
Bayangin aja, lewat konsep TPBIS ini, perpus didefinisikan ulang secara totalitas. Kalau dulu perpus cuma dipandang sebelah mata sebagai tempat pinjam buku teks atau baca novel jadul, sekarang tempat ini disulap jadi ruang belajar interaktif, wadah berbagi pengalaman, tempat kumpul komunitas, sampai arena pemberdayaan ekonomi warga. Mau belajar literasi digital? Ada! Mau nambah keterampilan tangan? Bisa banget! Mau belajar cara memajukan bisnis UMKM? Semuanya difasilitasi di sini!
Inti dari program kece ini adalah mendengarkan suara hati masyarakat. Kalau warga lagi butuh keahlian anyar biar bisa buka usaha, perpus langsung siap bikin kelas pelatihan. Kalau anak-anak muda butuh pemahaman soal dunia digital, perpus hadir nyediain akses pembelajaran digital. Bahkan buat para pelaku UMKM yang pengen naik kelas, perpus disulap jadi markas diskusi dan tempat menimba ilmu bisnis yang sangat praktis.
Sinergi Maut Berbagai Pihak Dan Bukti Nyata Keberhasilan Dari Desa Belolaut
Pak Harpin juga menegaskan kalau keberhasilan program TPBIS ini nggak berhenti cuma di atas kertas dokumen perjanjian belaka. Yang paling penting tuh aksi nyata di lapangan! Makanya, perpus desa harus pintar-pintar merangkul semua lini, mulai dari pemerintah desa, sekolah, ibu-ibu PKK, Karang Taruna, pelaku UMKM, sampai komunitas lokal. Kalau semuanya kompak saling dukung, dijamin perpus bakal jadi motor penggerak literasi yang melahirkan banyak kisah sukses.
Bukti nyatanya udah kelihatan jelas di Desa Belolaut. Kepala Desa Belolaut, Pak Ibnu Ishak, ngakuin sendiri kalau perpus desanya yang udah dapet bantuan TPBIS sejak tahun 2021 lalu. Kini bener-bener berubah total jadi pusat aktivitas warga. Pengunjung yang datang makin rame dan bervariasi banget. Nggak cuma para pelajar yang mau ngerjain tugas sekolah. Tapi ibu-ibu PKK dan warga umum juga ikutan rajin nimbrung buat nyari ilmu baru.
Harapan besarnya, 38 perpus desa di Bangka Barat yang udah jadi mitra TPBIS ini bisa terus konsisten jadi inspirasi. Semoga makin banyak inovasi unik yang lahir dari desa, sehingga tingkat literasi makin melonjak tinggi dan kesejahteraan warga makin terjamin secara nyata!





















































































































































































































